Pertimbangkan 9 Biaya Saat Mengajukan Pinjaman Tanpa Agunan

By | 14 Oktober 2017

Melewati waktu tenor tapi pinjaman masih belum lunas dan properti yang diagunkan menjadi ‘borok’ merupakan ketakutan yang banyak dirasakan calon peminjam uang di bank. Padahal sebenarnya, produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang berupa pinjaman uang ini ada pula yang tidak mengharuskan calon peminjam untuk memberikan agunan sebagai jaminan.

Produk ini lahir dari kondisi beberapa orang yang membutuhkan pinjaman dan kredit namun tidak memiliki properti yang dapat diagunkan atau lebih tepatnya tidak ingin diagunkan. Tentunya dengan syarat memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, baik itu bulanan maupun harian. Oleh karena itu, kekhawatiran pada properti yang akan disita oleh bank akibat tidak mampu melunasi pinjaman pun dapat dihindari.

Sayangnya, sebagian besar orang masih menyimpan perasaan takut ini sehingga seringkali lebih memilih untuk meminjam ke rentenir. Lantas, untuk kamu yang telah mengetahui hal ini, masih ragukah untuk meminjam uang tanpa agunan?

Bagimana dengan kamu? Apakah pernah terbersit untuk meminjam uang di bank setelah tahu adanya produk KTA yang tidak mewajibkan untuk memberi agunan? Agar lebih memantapkan diri terhadap fungsi keberadaan KTA, ada baiknya untuk mengetahui dan mempertimbangkan 9 biaya berikut yang umumnya menyertai setiap pinjaman tanpa agunan.

  • Biaya Administrasi

Seringkali orang lebih memerhatikan besarnya bunga daripada administrasi. Padahal biasanya, biaya administrasi ini jauh lebih tinggi daripada biaya bunga. Pertimbangkan terlebih dahulu besaran biaya ini sebelum kamu memerhatikan biaya-biaya yang lainnya.

  • Biaya Bunga

Besaran biaya bunga selalu berbeda-beda pada setiap bank-nya, yaitu berada pada kisaran 10% hingga 23% per tahun, dengan jenis suku bunga yang dikenakan pada KTA-nya adalah suku bunga tetap (fixed) sehingga pada setiap periode, nilainya selalu tetap. Biaya bunga ini akan disesuaikan dengan jumlah pinjaman yang disetujui sebelum dipotong biaya provisi.

  • Biaya Provisi

Merupakan jenis biaya administrasi yang biasanya dipotong dari jumlah pinjaman yang disetujui oleh bank. Jumlahnya disesuaikan dengan pinjaman, jumlah tertentu, atau bisa juga berupa persentase dari pinjaman. Kamu harus memahami betul hal ini agar tidak bingung jika mendapati perbedaan jumlah dana yang diterima dengan plafon yang disepakati sebelumnya.

  • Biaya Awal

Merupakan jenis biaya administrasi yang dibayarkan di luar angsuran peminjam. Besarnya pun berbeda-beda, namun umumnya antara 1,5% hingga 5% dari total pinjaman. Jika kamu sudah berhadapan dengan pihak bank untuk mengajukan KTA (Kredit Tanpa Agunan) berupa pinjaman, maka siapkan biaya awal ini sejak awal.

  • Biaya Materai

Biaya yang kerap dianggap sepele karena nilainya yang kecil ini umumnya dibebankan pada nasabah sebagai peminjam. Oleh karena banyaknya surat perjanjian pinjaman yang harus ditandatangani di atas materai, pastikan kamu selalu memiliki persediaannya di dalam tas.

  • Biaya Denda

Jika kamu ingin segera bebas dari beban utang-piutang dan bermaksud melakukan pelunasan pinjaman lebih cepat dari waktu tenor, kamu akan dikenakan biaya denda. Nah lho! Ya, selain diberlakukan pada nasabah yang terlambat membayar, denda berupa biaya penalti juga dikenakan pada nasabah yang membayar lebih cepat. Besarannya 5-6% dari sisa pinjaman.

  • Biaya Keterlambatan Pembayaran

Biaya ini umum dikenakan kepada nasabah yang terlambat membayar angsuran. Seperti produk pinjaman lainnya, biaya ini biasanya cukup besar dan memberatkan nasabah karen besarannya ditetapkan dalam persentase. Jadi intinya, kamu harus mengantisispasi hal ini dengan disiplin membayar angsuran tepat waktu.

  • Biaya Tahunan

Jika biaya awal dan provisi dibayar di awal pencairan pinjaman, maka biaya ini harus kamu bayar di akhir tahun, terutama selama masa tenor belum habis. Meski tidak semua bank mewajibkannya, sebaiknya kamu tetap harus memastikanya terlebih dahulu. Pada laman tunaiku.com. ada penjelasan terperinci mengenai besaran biaya tahunan ini.

  • Biaya Asuransi

Meski pihak bank menyediakan fasilitas asuransi pada produk KTA, kamu sebagai nasabah tetap harus membayar sejumlah biaya asuransi sesuai ketetapan pihak bank. Asuransi ini bertujuan untuk melindungi ahli waris pengguna KTA agar tidak dibebani sisa utang yang ditinggalkan. Justru perusahaan asuransilah yang menanggung beban sisa kredit kamu.

Akan lebih bijak jika sebelum membuat keputusan, kamu mempertimbangkan terlebih dahulu perbandingan utang terhadap aset (harus lebih dari 50%) dan perbandingan cicilan utang terhadap penghasilan (biasanya bersih lebih dari 20%).

Masih takut dan ragu untuk meminjam uang melalui produk KTA? Jadikan ketakutanmu itu penyemangat untuk lebih giat bekerja sekaligus bersosialisasi, karena dengan begitu kamu bisa menabung dan menambah banyak relasi yang akan membantumu di saat-saat sulit dan mendesak. Jika kamu masih penasaran, informasi dalam laman tunaiku.com akan mencerahkan wawasanmu seputar KTA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *