Program Pemberdayaan Wanita di Hati oleh RAPP Community Development Programs

By | 10 April 2018

Bagi RAPP, salah satu perusahaan produsen pulp and paper di dunia, bisnis bukan hanya memproduksi sebuah produk yang akan digunakan orang setiap hari.

Sekitar 1.750 hektar luas lahan di Pangkalan Kerinci, Riau, yang memproduksi kertas kantor yang dijual lebih dari 70 negara, ada sebuah rumah batik lokal sederhana yang memberdayakan para perempuan untuk membuat kain batik tradisional. Melalui rumah Batik Andalan, RAPP Riau, anak perusahaan dari Asia Pacific Resource International Holdings,  memulai merangkul masyarakat sekitar. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan keterampilan wanita yang tinggal di sekitar perusahaan sehingga mereka bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Dari sekian banyak kain batik yang di produksi setiap bulan, kini rumah produksi Batik Andalan bisa membuat lebih dari 130 buah dan memungkinkan para anggotanya untuk membayar pinjaman untuk property atau untuk umroh dan haji. Salah satu pesertanya mengatakan bahwa pada awalnya tidaklah mudah karena hanya ada 50 wanita yang di seleksi untuk training.

Menurut divisi RAPP Community Development, meskipun hal ini berat namun membawa perubahan untuk nasib anak-anak perempuan yang kurang beruntung di keluarga kemudian dengan program ini bisa menyelesaikan sekolah menengah pertamanya.

Perlahan namun pasti, kemudian Rumah Batik Andalan mengembangkan bisnis dan sekarang telah diakui di industry tersebut. Di tahun 2015 telah terdaftar pola bono yang unik dan tahun 2016 pola daun kayu putih, daun akasia, lakun dan juga lainnya untuk motif batik Rumah Batik Andalan.

Bono, yang mempunyai arti ‘’tujuh hantu’’ merupakan salah satu motif yang diambil dari fenomena alam spektakuler yang terjadi setahun sekali, yakni gelombang besar yang terbentuk dari pasang laut dan muncul di Sungan Kampar, dan banyak para selancar yang menikmati ombak tersebut untuk waktu yang cukup lama.

Belajar dari kesuksesan program rumah batik tersebut, kini RAPP membangun juga komunitas serupa di kecamatan Kuantan Singingi, Riau, yang dekat dengan area konsesi RAPP yang kini sudah melatih kurang lebih 11 pembuat batik yang handal dan siap berkreasi. Dengan berhasilnya program rumah batik Andalan, RAPP Riau kemudian menarik perhatian pemerintah daerah yang siap membantu untuk memperluas program melalui Dewan Kerajinan Nasional. Perlu diketahui bahwa banyak sekali produk rumah batik Andalah yang terjual baik di acara pameran nasional dan internasional. Hal ini tentunya membuat para anggota rumah batik Andalan semakin semangat untuk belajar. Hal ini juga mendorong meningkatnya permintaan batik dengan varian baru, yakni dengan motif-motif lebih unik sehingga hal ini memungkinkan untuk menawarkan pekerjaan ke lebih banyak perempuan di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *